JALUR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MASYARAKAT PESISIR SELATAN PURWOREJO
Keywords:
Pendidikan Islam, Pribumisasi Islam, Masyarakat Pesisir PurworejoAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemahaman dan jalur-jalur alternatif pendidikan Islam pada masyarakat pesisir selatan Purworejo, serta menjelaskan bagaimana praktik tersebut terbentuk dalam konteks sosial-budaya setempat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada anggapan umum bahwa pendidikan Islam hanya diperoleh melalui lembaga formal seperti pesantren atau sekolah agama, serta adanya pemahaman sempit tentang Islam yang terbatas pada aspek ritual dan simbolik. Selain itu, masih berkembangnya dikotomi sosial seperti santri, abangan, dan priyayi turut memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat seperti kiai, dukun, kasepuhan, dan aparat desa, serta didukung dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas data. Secara teoretis, penelitian ini menggunakan kerangka teori pendidikan Islam sebagai proses bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan ajaran Islam, serta teori pribumisasi Islam yang menekankan integrasi antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir selatan Purworejo memiliki pemahaman pendidikan Islam yang bersifat kontekstual, terbuka, dan tidak terbatas pada teks formal. Pendidikan Islam dipraktikkan melalui nilai-nilai kehidupan sehari-hari seperti kejujuran, kesederhanaan, dan rasa syukur, serta melalui tradisi lokal seperti tirakat dan praktik spiritual. Islam dipahami sebagai ruang komunikasi, diskusi, dan kritik yang konstruktif, bukan sebagai sistem yang tertutup. Selain itu, jalur pendidikan Islam dalam masyarakat ini tidak hanya melalui lembaga formal, tetapi juga melalui keluarga, lingkungan sosial, tokoh masyarakat, serta media sosial. Temuan lain menunjukkan bahwa praktik pendidikan Islam di masyarakat tersebut merupakan hasil dari proses historis yang melibatkan peran tokoh pendahulu serta internalisasi nilai budaya lokal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki beragam jalur dan bentuk yang kontekstual, serta tidak dapat dipahami secara tunggal atau sempit.
Downloads
References
Dhofier, Z. (1982). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai. Jakarta: LP3ES.
Geertz, C. (1983). Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.
Madjid, N. (1992). Islam: Doktrin dan Peradaban. Jakarta: Paramadina.
Marimba, A. D. (1989). Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Al-Ma’arif.
Siswoyo, D. (2007). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Tim Penulis. (2022). Sejarah Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Dalam Lima Masa. Semarang: UPGRIS Press.
Wahid, A. (1989). Islam Indonesia Menatap Masa Depan. Jakarta: P3M.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


